Apakah Neraka Bersifat Eksotermik atau Endotermik (Sebuah kisah nyata)
Seorang profesor termodinamika memerintahkan mahasiswa S2-nya untuk mengerjakan sebuah tugas.
Hanya ada satu pertanyaan dalam tugas itu
Apakah Neraka bersifat eksotermik (panasnya timbul dari sesuatu yang berada di luar) atau endotermik (timbul dari sesuatu yang berasal dari dalam)? Dukung jawabanmu dengan sebuah bukti!
Banyak mahasiswa yang menuliskan bukti-bukti jawaban mereka dengan menggunakan rumus Hukum Boyle atau sejenisnya. Tetapi ada seorang mahasiswa yang menuliskan sebagai berikut:
Pertama, bila kita perhitungkan ada roh di dalam neraka, maka roh-roh pasti memiliki massa.
Jika begitu, maka satu mol dari roh pasti juga memiliki massa. Lalu, bagaimanakah kita tahu tingkat penambahan roh-roh yang masuk ke dalam neraka dan dan tingkat penambahan mereka keluar? Saya pikir kita dapat mengambil kesimpulan yang pasti bahwa jika sebuah roh masuk ke dalam neraka, maka ia tidak akan keluar lagi. Tidak akan ada roh yang dapat keluar.
Mengenai hal masuk dalam neraka, mari kita lihat pada agama-agama yang berbeda yang ada di dunia hari ini. Beberapa dari agama-agama ini menyatakan bahwa jika kamu bukan anggota mereka, maka kamu akan akan masuk neraka..
Karena ada lebih dari satu agama yang ditawarkan dan manusia tidak dapat memiliki dua agama, maka kita dapat memproyeksikan bahwa semua orang akan masuk dalam neraka.
Dengan tingkat kelahiran dan kematian yang sedang terjadi sekarang, kita dapat menghitung jumlah roh di dalam neraka bertambah secara eksponen (berpangkat).
Sekarang, kita lihat tingkat perubahan volume neraka. Hukum Boyle menyatakan bahwa agar temperatur dan tekanan di suatu tempat tidak berubah, maka perbandingan jumlah massa dan volume tempat juga harus tetap konstan.
Jadi, jika neraka bertambah besar pada tingkat kecepatan yang lebih lambat daripada tingkat kecepatan masuknya roh-roh ke dalamnya, maka suhu dan tekanan di neraka akan terus meningkat sampai akhirnya neraka menjadi meledak.
Tentu saja, jika neraka bertambah besar pada tingkat kecepatan yang lebih tinggi dari tingkat pertambahan roh yang masuk ke dalamnya, maka suhu dan temperatur di sana akan akhirnya menurun sampai jadi membeku. Maka neraka bersifat eksotermik dan endotermik.
*Tidak pernah diketahui berapakah nilai yang diterima oleh mahasiswa tersebut.
Hindari Amati Matahari Dengan Mata Telanjang
Fenomena halo matahari menarik perhatian masyarakat. Banyak di antara mereka mengamati dengan mata telanjang. Padahal mengamati matahari langsung bisa menyebabkan retina terbakar.
Menurut Peneliti dari Observatorium Bosscha Bandung Hakim L Malasan, Kamis (27/9), halo matahari adalah fenomena yang jarang terjadi. Kalaupun terjadi biasanya saat musim kering. Pelangi yang tampak melingkari matahari berasal dari pantulan matahari pada air yang terdapat di awan. Biasanya jenis awannya adalah cirrus atau awan tipus yang tinggi.
Halo matahari tidak dianjurkan untuk diamati langsung maupun menggunakan teleskop karena berbahaya. “Bahayanya, bisa merusak retina. Retina bisa terbakar jika mengamati matahari langsung dalam waktu yang lama,” kata Hakim.
Ia mengatakan cara yang aman untuk mengamati matahari adalah menggunakan alat filter yang mampu melemahkan sinar matahari 1 per 100.000 kali.
Es Greenland Mencair Hingga Dua Kali Luas AS
JAKARTA, KAMIS – Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa luas lapisan es di Greenland yang mencair bisa mencapai dua kali luas AS. Laju pencairan selama tahun 2007 lebih tinggi dari rata-rata laju pencairan antara 1988 hingga 2006.
Dengan menggunakan data citra satelit, para peneliti Badan Antariksa AS (NASA) membandingkan rata-rata salju yang mencair di Greenland tiap tahunnya, sejak tahun 1988 hingga 2006. Seperti dikutip dari Livescience.com, para peneliti mendapati bahwa salju yang mencair, ditambah data pada musim panas tahun ini, menunjukkan tren meningkat.
Pada tahun 2007 saja, laju pencairan es di Greenland ternyata 150 persen lebih tinggi daripada rata-rata pencairan selama durasi pemantauan. Indeks pencairan es di Greenland – indikasi yang menunjukkan lokasi es mencair berikut periode waktunya – di kawasan yang ketinggiannya di atas 1,2 mil (2,5 kilometer) dari permukaan laut pada tahun 2007 menunjukkan angka yang lebih tinggi daripada kondisi normal. Proses mencairnya es di kawasan ini saat ini berlangsung 25-30 hari lebih lama dibanding rata-rata selama 19 tahun terakhir.
“Ketika salju mencair di ketinggian itu lalu membeku-ulang, proses itu membutuhkan energi empat kali lebih banyak daripada proses mempertahankan salju tidak mencair,” kata Ketua Peneliti Marco Tedesco dari NASA. Ia melanjutkan, hal ini akan berdampak terhadap anggaran energi Bumi yang mengubah besaran radiasi dari sinar matahari, berapa yang akan diserap dan berapa yang akan dipantulkan kembali ke atmosfer. Membekukan-kembali salju juga bisa mengubah berat jenis, ketebalan, dan materi air salju.
Seiring dengan energi yang lebih besar untuk membekukan-ulang salju, hal itu juga akan memperbanyak salju yang akan mencair pada suatu periode musim. Pada tahun 2007, indeks pencairan salju di ketinggian yang lebih rendah juga tercatat cukup parah, menduduki peringkat ke-5 terbesar di bawah data tahun 2005, 2002, 1998, dan 2004.
“Tren peningkatan luasan pencairan salju di Greenland berdampak luas, ini bukan hanya soal tepian es yang menyusut,” kata Tedesco. “Selain berpengaruh langsung terhadap kenaikan air muka laut, pencairan es terutama yang dikawasan pesisir laut juga bisa mempercepat mencairnya sungai es gletser, karena air dari es yang mencair berperan sebagai perekat antara permukaan yang beku dengan batuan dasar jauh di bawah permukaan,” katanya.
Itu sebabnya, masih kata Tedesco, semakin cepat arus air di sungai es gletser, semakin banyak air yang masuk ke laut dan berdampak kepada kenaikan air muka laut.” Hasil lengkap penelitian para ahli dari NASA ini diterbitkan dalam jurnal Asosiasi Geofisika Amerika “Eos” edisi 25 September 2007.
Daya Saing TI Indonesia Urutan ke-14 di Asia Pasifik
Indonesia menempati urutan ke-14 di kawasan Asia Pasifik berdasarkan sebuah studi terbaru mengenai daya saing industri teknologi informasi (TI) yang dilakukan secara independen oleh the Economist Intelligence Unit dengan dukungan Business Software Alliance (BSA).
Direktur Kebijakan Piranti Lunak BSA untuk Asia, Goh Seow Hiong, yang disertai Donny A Seijoputra, perwakilan BSA untuk Indonesia, memaparkan hasil riset yang dilakukan pada November 2006-Juli 2007 kepada wartawan di Jakarta Rabu (26/9).
“Penelitian yang melibatkan 64 negara dari tujuh kawasan ini meruupakan upaya pertama untuk membandingkan kinerja negara-negara di dunia dalam membangun suatu lingkungan yang mendukung daya saing industri TI,” kata Goh.
Selain untuk kawasan Asia Pasifik, berdasarkan riset itu juga, Indonesia berada di urutan ke-57 di seluruh dunia dengan skor indeks keseluruhan Indonesia mencapai 23,7.
Menurut dia, Indonesia telah menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam hal lingkungan bisnis secara keseluruhan (skor 51) dan dukungan untuk pengembangan industri TI (skor 48), dibandingkan dengan lingkungan hukum dan Litbang yang skornya masing-masing hanya 36,6 dan 39.
Bidang yang paling lemah untuk Indonesia adalah infrastruktur TI. Di bidang ini Indonesia berada di urutan paling rendah di antara semua negara (urutan ke-64) meliputi belanja piranti keras, piranti lunak dan layanan TI, kepemilikan desktop dan laptop, koneksi broadband dan server internet yang aman berdasarkan hitungan per kapita.
Negara-negara anggota ASEAN seperti Vietnam berada di urutan ke-60 (skor 0,6), Filipina di urutan ke-55 (skor 2,2), Thailand ke-49 (skor 6,4), Malaysia di urutan ke-33 (skor 16,5) dan Singapura di urutan ke-12 (skor 58,8).
Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan dan Inggris memberikan lingkungan yang paling kondusif untuk daya saing TI. Dengan mengandalkan kekuatan kombinasi antara skala dan kualitas di bidang-bidang utama yang mendukung daya saing TI, AS menempati urutan teratas dalam tabel indeks.
“Laporan ini menegaskan posisi Indonesia di tingkat global dan regional berdasarkan faktor-faktor tersebut dan memberikan indikasi mengenai bidang-bidang yang dapat menjadi fokus strategi pemerintah untuk memperbaiki daya saing industri TI-nya,” kata Goh.
Dikatakannya, sangat penting bagi Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan di masa datang guna meningkatkan investasi dan memperbaiki pondasi infrastruktur TI agar posisinya lebih baik.
“Walau demikian tiap negara ingin memperbaiki daya saing TI-nya dan perlu waktu untuk bisa berubah karena perubahan tidak bisa dalam semalam,” ujar Goh.
BSA yang beranggota antara lain Adobe, Apple, Dell, IBM, Intel dan Microsoft mendukung program inovasi teknologi melalui inisiatif edukasi dan kebijakan yang mempromosikan perlindungan hak cipta, keamanan cyber, perdangan dan e-commerce.
Aliansi ini juga berperan aktif dalam pembuatan UU Cyber bersama pihak-pihak terkait di Indonesia.
Hindari Lubang Gigi dengan Memberi ASI
Masalah gigi berlubang merupakan masalah kesehatan segala usia. Orang dewasa pun akan senewen mengalami gigi yang senut-senut, apalagi balita yang belum bisa mengutarakan rasa sakitnya. Para ahli kesehatan anak menyebutkan, kerusakan gigi pada balita jarang dialami oleh bayi-bayi yang mendapatkan ASI.
Para ahli sejak lama telah mengetahui kaitan antara kerusakan gigi balita dengan kebiasaan orangtua membiarkan bayinya menghisap botol susu hingga tertidur. Karenanya para dokter anak yang tergabung dalam The American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar para ibu menyusui bayinya.
Jika terpaksa memberikan susu dari botol, pada usia satu tahun bayi disarankan untuk dilatih minum susu dari gelas, karena terlalu lama menggunakan botol susu akan mengganggu pertumbuhan gigi dan rahangnya.
Dalam survei berskala nasional yang dilakukan oleh National Health and Nutrition Examination Suvey, AS, selama periode tahun 1999-2000 terhadap 1.576 balita, diketahui 27,5 persennya mengalami gigi tanggal akibat lubang gigi. Selain susu botol, faktor risiko lain yang meningkatkan risiko kerusakan gigi pada balita adalah kebiasaan ibu merokok saat hamil, kekurangan kalsium di masa kehamilan, serta lahir dari ibu yang berusia muda (19 tahun).
Untuk menghindari kontak yang terlalu lama antara susu dan gigi, jangan membiarkan bayi menyusu sambil tidur. Selain itu menghisap susu botol sambil tidur juga membuat risiko tersedak makin besar. Yang bahaya adalah jika susu sampai masuk ke dalam telinga dari saluran belakang tenggorokan. Akibatnya bisa terjaid radang telinga.
Hindari pula memberikan susu botol ketika bayi menangis keras atau sedang sesak napas. Susu bisa masuk ke dalam paru-paru dan terjadilah radang paru. Saat menginjak balita, mulailah biasakan si kecil untuk membersihkan giginya setiap hari dan memeriksakan diri ke dokter secara teratur. Tentu jika gigi si kecil sehat dan rapi akan lebih enak dipandang.
Amuba Pemakan Otak Hidup di Danau
Ini bukan kisah dalam film bergenre science fiction, tapi benar nyata terjadi. Enam orang warga Amerika dinyatakan tewas setelah diserang amuba pemakan otak setelah mereka berenang di danau. Amuba tersebut masuk ke tubuh lewat lubang hidung lalu menyerang otak dan menyebabkan kematian.
Menurut badan pencegahan penyakit AS (Center for Disease Control and Prevention/CDC), amoba yang bernama Naegleria ini telah menyebabkan kematian 23 orang di AS selama tahun 1995-2004. Tahun ini enam orang tewas akibat sebab yang sama, masing-masing kasus terjadi di wilayah Florida, Texas, dan Arizona.
“Amuba ini adalah jenis yang hidup di suhu hangat. Makin hangat temperatur air, mereka jadi lebih agresif. Kami menduga kasus ini akan bertambah banyak di masa mendatang mengingat suhu bumi makin lama makin hangat,” kata Michael Beach, dari CDC.
Meskipun amuba Naegleria sejauh ini baru diketahui berada di wilayah selatan, namun amuba ini diperkirakan hidup di semua danau, sumber air panas, kolam renang yang kotor, rumput, serta bakteri di tanah.
Menurut Beach, amuba ini akan menginfeksi jika seseorang berenang hingga ke dasar, terutama ketika kemasukan air lewat hidung. Amuba yang masuk akan menyerang ke sistem saraf di organ penciuman, dengan begitu ia akan terus masuk ke dalam sel-sel otak dan memakannya.
Orang yang terinfeksi pada umumnya mengeluhkan lehernya kaku, sakit kepala, dan demam. Pada tahap lanjut, penderita menunjukkan gejala kerusakan otak, seperti halusinasi dan perubahan perilaku. “Orang yang terinfeksi kecil kemungkinannya bisa bertahan,” kata Beach.
Waspadai Keracunan Makanan dan Penyakit Metabolik
Selama lebaran pertengahan Oktober mendatang, masyarakat diminta mewaspadai penyakit-penyakit metabolik serta keracunan makanan. Penyakit-penyakit tersebut biasanya muncul seiring meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap berbagai jenis makanan serta kue-kue lebaran.
“Biasanya penyakit-penyakit yang muncul selama Lebaran adalah penyakit-penyakit infeksi atau nitoksikasi dan penyakit metabolic serta degeneratif. Jenis-jenis penyakit perlu diantisipasi karena saat lebaran biasanya orang cenderung makan banyak dan tidak terkontrol setelah sebulan penuh berpuasa,” tutur Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr HA Gatoet Ismanoe SpPD KPTI, Rabu (3/10) di Malang.
Penyakit infeksi atau nitoksikasi misalnya adalah food poisoning (keracunan makanan) serta penyakit-penyakit infeksi yang masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman seperti demam tifoid, disentri amoeba, kolera, infeksi dengan basil Coli, maupun infeksi virus misalnya Hepatitis A.
“Keracunan makanan biasanya terjadi karena makanan sudah basi atau kadaluwarsa serta pengolahan yang salah seperti pencucian sayur tidak bersih, serta salah masak,” ujar Gatot.
Jenis penyakit lain yang mungkin timbul adalah metabolic dan degeneratif seperti hipertensi yang dipicu makanan atau minuman yang banyak mengandung garam, lemak, dan kemungkinan juga karena stres; penyakit jantung koroner yang dipicu makanan berlemak dan berkalori tinggi; cerebro vascular accident (stroke) yang dipicu peningkatan tekanan darah atau karena makanan berlemak dan berkalori tinggi; diabetes mellitus (kencing manis) yang dipicu makanan dan minuman berkalori tinggi, serta penyakit GOUT atau penyakit akibat peningkatan kadar asam urat.
“Kadar asam urat naik karena dipicu makanan dengan kandungan zat purine tinggi seperti jeroan, kacang-kacangan, mete, melinjo, alkohol, kepiting, udang dan cumi,” imbuh dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
30 Persen PSK di Bali Diduga Mengidap HIV
DENPASAR, KOMPAS – Pengidap HIV/AIDS di Provinsi Bali diperkirakan terus meningkat. Pengidapnya bervariasi, mulai dari pekerja seks komersial (PSK) hingga kalangan remaja. Menurut Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Bali yang juga Wakil Gubernur Bali IGN Alit Kesuma Kelakan, pengidap HIV/AIDS di kalangan PSK mencapai 30 persen dari sekitar 700 PSK yang terdata di seluruh Bali.
Berbicara pada guru-guru Pembina Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) se-Bali di Denpasar, Rabu (3/10) perilaku PSK yang sudah terkena virus HIV itu berisiko tinggi menularkan ke orang lain. Menurut Kelakan, selain tidak terkontrol kesehatannya, mereka juga jarang menganjurkan penggunaan kondom kepada pelanggannya.
Hal ini dikhawatirkan semakin meningkatkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Bali. Data KPAD Bali Data hingga akhir Juni 2007 mencatat, penderita HIV/AIDS semakin meningkat setiap bulan. Dari 1429 kasus yang muncul di bulan April, meningkat menjadi 1508 di bulan Agustus.
Bebas Sakit dengan Bius Cabai
Metode anestesi memasuki babak baru. Para ahli telah berhasil menemukan cara terbaru untuk meminimalkan rasa sakit saat operasi dengan menggunakan senyawa kimia yang terdapat dalam cabai.
Capsaicin, inilah nama senyawa kimia yang memberikan rasa “hot” pada cabai. Beberapa tahun terakhir ini capsaisin tersebut begitu gencar diteliti oleh para peneliti dari Massachusetts General Hospital, AS, karena potensinya sebagai obat bius yang hanya bekerja di target spesifik, yakni sel saraf yang bertugas menerima dan mengirim rasa sakit.
Selama ini dunia kedokteran banyak memakai senyawa haloetana, asetoan, atau eter, sebagai anestesi yang efektif karena mudah menguap dan larut dengan baik di dalam lemak. Namun kekurangan senyawa tersebut adalah mematikan seluruh sel saraf, sehingga setelah operasi pasien biasanya mengalami mati rasa untuk sementara. Misalnya saja pasien cabut gigi akan merasakan otot di bagian mulutnya lumpuh dan mati rasa sementara setelah dibius.
Nah, dengan anetesi terbaru ini hal tersebut tak akan terjadi. Senyawa capsaicin hanya memblok saraf target tanpa menutup pengiriman sinyal dari saraf yang yang bertanggung jawab dalam hal pergerakan otot atau saraf perasa. Ujicoba yang dilakukan para ahli terhadap tikus percobaan membuktikan hal tersebut dan diyakini akan memberikan hasil yang sama pada manusia.
“Saraf-saraf perasa sakit pada manusia dan tikus memiliki kemiripan, sehingga strateginya hampir sama. Dalam dua atau tiga tahun lagi kami optimis bius ini bisa dicoba pada manusia, ” kata Bruce Bean, salah seorang tim peneliti dari Harvard Medical School. seperti dikutip reuters health. Para ahli juga menambahkan kelak anestesi ini akan sangat berguna dalam penanganan operasi gigi, lutut, operasi persalinan, dan masih banyak lagi.
Dunia kedokteran baru mengenal obat bius pada tahun 1846 yang pertama kali diperkenalkan oleh dokter William Morton di Amerika Serikat. Ia dengan demonstratif menunjukkan cabut gigi bebas rasa sakit di depan umum, menggunakan zat kimia oksida nitrogen. Setelah itu berbagai senyawa terus dikembangkan untuk mencari anestesi yang paling efektif.
Agar anestesi bekerja, senyawa anestesi akan dibawa dalam darah ke saraf di otak kita. Akibatnya, sel-sel saraf akan berhenti menerima dan mengirim sinyal. Karena saraf tidak menerima sinyal, kita tidak merasa sakit. Demikian juga karena berhenti mengirim sinyal, maka pasien operasi akan “anteng dan pasrah” ketika dokter mulai bekerja dengan pisau bedahnya.
Dua Keinginan
Di keheningan malam, Sang Maut turun atas hadrat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang melayang-layang di atas sebuah kota dan mengamati seluruh penghuni dengan tatapan matanya. Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang dengan sayap-sayap mereka, dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan Sang Lelap.
Ketika rembulan tersungkur di kaki langit, dan kota itu berubah warna menjadi hitam kepekatan, Sang Maut berjalan dengan langkah tenang di celah-celah kediaman – berhati-hati tidak menyentuh apa-apa pun – sehingga tiba di sebuah istana. Ia masuk melalui pagar besi berpaku tanpa sebarang halangan dan berdiri di sisi sebuah ranjang , dan tika ia? menyentuh dahi? si lena, lelaki itu membuka kelopak matanya dan memandang dengan penuh ketakutan.
Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia menjerit dengan suara ketakutan bercampur aduk kemarahan, “Pergilah kau dariku, mimpi yang mengerikan! Pergilah engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan bagaimana mungkin kau memasuki istana ini? Apa yang kau inginkan? Tinggalkan rumah ini dengan segera! Ingatlah, akulah tuan rumah ini. Nyahlah kau, kalau tidak, kupanggil para hamba suruhanku dan para pengawalku? untuk mencincangmu menjadi kepingan!”
Kemudian Maut berkata dengan suara lembut, tapi sangat menakutkan, “Akulah kematian, berdiri dan tunduklah padaku.”
Dan si lelaki? itu menjawab, “Apa yang kau inginkan dariku sekarang, dan benda apa yang kau cari? Kenapa kau datang ketika urusanku belum selesai? Apa yang kau inginkan dari orang kaya berkuasa seperti aku? Pergilah sana, carilah orang-orang yang lemah, dan ambillah dia! Aku ngeri melihat taring-taringmu yang berdarah dan wajahmu yang bengis, dan mataku sakit menatap sayap-sayapmu yang menjijikkan dan tubuhmu yang meloyakan.”
Namun selepas tersedar, dia menambah dengan ketakutan, “Tidak, tidak, Maut yang pengampun, jangan pedulikan apa yang telah kukatakan, kerana rasa takut membuat diriku mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya terlarang. Maka ambillah longgokan emasku semahumu atau nyawa salah seorang dari hamba-hambaku, dan tinggalkanlah diriku… Aku masih mempunyai urusan kehidupan yang belum selesai dan berhutang emas dengan orang. Di atas laut aku memiliki kapal yang belum kembali ke pelabuhan, permintaanku..jangan ambil nyawaku… Ambillah olehmu barang yang kau inginkan dan tinggalkanlah daku. Aku punya perempuan simpanan yang? luarbiasa cantiknya untuk kau pilih, Kematian. Dengarlah lagi : Aku punya seorang putera tunggal yang kusayangi, dialah sumber kegembiraan hidupku. Kutawarkan dia juga sebagai galang ganti, tapi nyawaku jangan kau cabut dan tinggalkan diriku sendirian.”
Sang Maut itu mengeruh,”Engkau tidak kaya tapi orang miskin yang tak sedar diri.”? Kemudian Maut mengambil tangan orang hina itu, mencabut nyawanya, dan memberikannya kepada para malaikat di langit untuk menghukumnya.
Dan Maut berjalan perlahan di antara setinggan orang-orang miskin hingga ia mencapai rumah paling daif yang ia temukan. Ia masuk dan mendekati ranjang di mana tidur seorang pemuda dengan kelelapan yang damai. Maut menyentuh matanya, anak muda itu pun terjaga. Dan ketika melihat Sang Maut berdiri di sampingnya, ia berkata dengan suara penuh cinta dan harapan, “Aku di sini, wahai Sang Maut yang cantik. Sambutlah rohku, kerana kaulah harapan impianku. Peluklah diriku, kekasih jiwaku, kerana kau sangat penyayang dan tak kan meninggalkan diriku di sini. Kaulah utusan Ilahi, kaulah tangan kanan kebenaran. Bawalah daku pada Ilahi. Jangan tinggalkan daku di sini.”
“Aku telah memanggil dan merayumu berulang kali, namun kau tak jua datang. Tapi kini kau telah mendengar suaraku, kerana itu jangan kecewakan cintaku dengan menjauhi diri. Peluklah rohku, Sang Maut yang dikasihi.”
Kemudian Sang Maut meletakkan jari-jari lembutnya ke atas bibir yang bergetar itu, mencabut nyawanya, dan menaruh roh itu di bawah perlindungan sayap-sayapnya.
Ketika ia naik kembali ke langit, Maut menoleh ke belakang — ke dunia – dan dalam bisikan amaran ia berkata, “Hanya mereka? di dunia yang? mencari Keabadianlah yang sampai ke Keabadian itu.”
Oktober 4, 2007
Oktober 4, 2007
Oktober 4, 2007