Waspadai Keracunan Makanan dan Penyakit Metabolik
Selama lebaran pertengahan Oktober mendatang, masyarakat diminta mewaspadai penyakit-penyakit metabolik serta keracunan makanan. Penyakit-penyakit tersebut biasanya muncul seiring meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap berbagai jenis makanan serta kue-kue lebaran.
“Biasanya penyakit-penyakit yang muncul selama Lebaran adalah penyakit-penyakit infeksi atau nitoksikasi dan penyakit metabolic serta degeneratif. Jenis-jenis penyakit perlu diantisipasi karena saat lebaran biasanya orang cenderung makan banyak dan tidak terkontrol setelah sebulan penuh berpuasa,” tutur Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr HA Gatoet Ismanoe SpPD KPTI, Rabu (3/10) di Malang.
Penyakit infeksi atau nitoksikasi misalnya adalah food poisoning (keracunan makanan) serta penyakit-penyakit infeksi yang masuk melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman seperti demam tifoid, disentri amoeba, kolera, infeksi dengan basil Coli, maupun infeksi virus misalnya Hepatitis A.
“Keracunan makanan biasanya terjadi karena makanan sudah basi atau kadaluwarsa serta pengolahan yang salah seperti pencucian sayur tidak bersih, serta salah masak,” ujar Gatot.
Jenis penyakit lain yang mungkin timbul adalah metabolic dan degeneratif seperti hipertensi yang dipicu makanan atau minuman yang banyak mengandung garam, lemak, dan kemungkinan juga karena stres; penyakit jantung koroner yang dipicu makanan berlemak dan berkalori tinggi; cerebro vascular accident (stroke) yang dipicu peningkatan tekanan darah atau karena makanan berlemak dan berkalori tinggi; diabetes mellitus (kencing manis) yang dipicu makanan dan minuman berkalori tinggi, serta penyakit GOUT atau penyakit akibat peningkatan kadar asam urat.
“Kadar asam urat naik karena dipicu makanan dengan kandungan zat purine tinggi seperti jeroan, kacang-kacangan, mete, melinjo, alkohol, kepiting, udang dan cumi,” imbuh dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
Oktober 4, 2007